Rabu, 04 Mei 2011 Tags: 0 komentar

Musnad Ilaih dengan Idhafat


Artinya: "(Musnad ilaih) dengan idhafat, dimaksudkan untuk:
1. Mencakup semua afrad; 2. Mempersingkat; 3. Memuliakan mudhaf 4. Memuliakan mudhaf ilaih; 5. Menghinakan mudhaf; 6. Menghinakan mudhaf ilaih; 7. Menghinakan mudhaf dan mudhaf ilaih; 8. Merasa bosan; 9. Menyamakan derajat; 10. Menyembunyikan musnad ilaih dari selain mukhathab; 11. Menyegerakan pendengar agar memuliakan atau menghinakan; 12. Idhafat menyimpan majaz; dan 13. Memperolok-olokkan".
Contoh-contohnya, ialah:

  1. Untuk hasar, seperti:

    Artinya: "Hamba-hamba Allah berdiam dengan tenang di bawah jalan qadar".
  2. Untuk ikhtisar, seperti:

    Artinya: "Kekasihku beserta rombongan penunggang kendaraan bangsa Yaman, berjalan jauh mengembara, sedangkan diriku diikat di Mekkah".
  3. Untuk memuliakan mudhaf, seperti:

    Artinya: "Umat Nabi Muhammad SAW dicintai Allah". Umatnya ikut mulia.
  4. Memuliakan mudhaf ilaih, seperti:

    Artinya: "Nabi kita Muhammad SAW manusia yang paling afdhal". Kita ikut mulia.
  5. Menghinakan mudhaf, seperti:

    Artinya: "Anak orang kikir, hadir". Anaknya ikut hina.
  6. Menghinakan mudhaf Ilaih, seperti:

    Artinya: "Saudaramu yang dicela, hadir". Mukhathab ikut tercela.
  7. Menghinakan orang lain, seperti:

    Artinya: "Anak peminum arak menyertai Zaid". Zaid ikut hina, sebab disertai oleh anak peminum arak.
  8. Menyamakan derajat, seperti:

    Artinya: "Para Ulama Negara sudah hadir".
  9. Membosankan kalau menyebut semuanya, seperti:

    Artinya: "Penduduk Negara sudah hadir".
  10. Menyembunyikan musnad ilaih, seperti:

    Artinya: "Sahabatmu telah berubah tingkahnya".
  11. Menyegerakan pendengar agar menghormati, seperti:

    Artinya: "Sahabatmu telah datang di rumahmu".
  12. Menyegerakan pendengar agar menghinakan, seperti:

    Artinya: "Musuhmu bermaksud mendekatimu".
  13. Idhafat menyimpan majaz, seperti:

    Artinya: "Sebaik-baiknya tempat, ialah tempatnya orang muttaqin". Yaitu Syurga. Padahal di syurga itu tempat orang muttaqin, tempat bidadari dan malaikat. Dengan diidhafatkannya lafazh kepada muttaqqin, mengandung pengertian mengenai ketentuan orang muttaqin masuk syurga. Disinilah letaknya majaz, yaitu ikhtishas.
  14. Memperolok-olokkan, seperti katamu kepada orangs yang memberi sesuatu sedikit sekali: = Pemberianmu hebat. Yang diperolok-olok mudhafnya, yaitu mukhathab, seperti katamu kepada orang yang kikir: = Kemurahanmu termasyhur.

No Response to "Musnad Ilaih dengan Idhafat"

Poskan Komentar